Sejarah Kesehatan Reproduksi

Apa sih pentingnya membaca sejarah kesehatan reproduksi? Ya agar kita tahu bagaimana awalnya  kesehatan reproduksi itu, agar kita tahu apa masalah yang dihadapi dizaman terdahulu dan apa saja cara yang dipakai, agar kesalahan yang sama tidak sampai terulang lagi. Sebaliknya, kalau ada cara yang bagus atau sukses di masa lalu, bisa diterapkan dimasa sekarang. 

Hum, Tenang saja.... Penulis bakal nyeritain sejarahnya dengan santai kok... Nggak usah pasang tampang serius. Anggap aja lagi mendongeng. hehehe


Yak! Begini ceritanya........

Istilah Kesehatan Reproduksi mulai ramai dibicarakan sejak tahun1994. Dimana waktu itu sedang berlangsung International Conference Population and Defelopment (ICPD) di Kairo (itu lho kotanya si Fahri di Ayat-Ayat Cintrong... lol ).

Nah, munculnya konsep kesehatan reproduksi ini memang bisa dianggap sebagai puncak dari perubahan-perubahan kerangka konseptual dalam bidang kependudukan, khususnya program keluarga berencana (KB). Secara singkat Sciortino (1999) membedakan tiga tahap dalam sejarah program KB di dunia, sebagai berikut:

Tahap pertama (1960-1970)
Di tahap pertama ini ada Teori "Neo Malthusian" yaitu pemikiran "pesimistik" dari salah satu ahli ekonomi terkemuka yang bernama Malthus (1766-1834). Beliau bilang : Reproduksi manusia itu cenderung merupakan deret ukur (2, 4, 8) sementara pasokan makanan tumbuh secara aritmatik (1, 2, 3)
Bisa dibayangkan kan kalau manusianya tambah banyak sedangkan bahan makanannya terbatas? Pasti nantinya akan ada kelaparan, perang, kemiskinan absolut, wabah penyakit dan lain-lain. Oleh karena itu, penyelesaian masalahnya adalah dengan Keluarga Berencana atau membatasi  jumlah kelahiran.

Tahap kedua (1970- 1980)
Tahap ini mencapai puncak pada Konferensi Dunia di Bucharest (1974). Tahu nggak sih? Negara berkembang dan negara-negara beraliran sosialisme protes dan tidak setuju dengan KB ini. Soalnya mereka menganggap kalau program ini cuma jadi alasannya negara maju untuk tidak melihat penyebab masalah kemiskinan yang sebenarnya, khususnya ketidakseimbangan antara negara barat dengan negara berkembang.
Ringkasnya, program KB itu nggak efektif, mereka menganggap bahwa "Pembangunan adalah kontrasepsi yang paling efektif"

Tahap ketiga (1980 - ke atas)
Pada tahap ini, muncul kritik dari pihak organisasi perempuan. Secara singkat dikatakan bahwa program KB kurang memperhatikan kesehatan perempuan. Kritik dari kelompok perempuan ini ditambah dengan kesadaran bahwa program KB saja tanpa diikuti oleh perkembangan ekonomi dan pembangunan masyarakat, tidak akan menimbulkan penurunan fertilitas.
Kemudian lahirlah KESEHATAN REPRODUKSI yang merupakan suatu konsep dan terminlogi baru yang jauh lebih luas daripada fertilitas dan KB.
(definisi Kesehatan Reproduksi bisa dilihat kembali di sini)

Akhirnya, sampai disini Info kali ini, selanjutnya penulis akan membahas tentang ruang lingkup kesehatan reproduksi. Reproduksi itu kalau tidak hanya tentang fertilitas (kelahiran) dan Keluarga Berencana terus tentang apa saja ya? Katanya lebih luas... Luasnya sejauh apa? bisa dibaca dipostingan selanjutnya Guys...!


Update terus pengetahuan kamu, be healthy and happy^^






Sumber: Paper Dosen Ni'mal Baroya, MPH. yang sudah dimodifikasi.

Tinggalkan Komentar: